Wednesday, March 25, 2015

MEMBANGUN JARINGAN WIRELESS DENGAN ACCESS POINT MENGGUNAKAN TP-LINK

Laporan
Praktek Kerja Industri

MEMBANGUN JARINGAN WIRELESS DENGAN ACCESS POINT MENGGUNAKAN TP-LINK





     
Nama             :  Aldi Fernandes   
NIS                :  9958914914 
Program Studi      :  Teknik Komputer Dan Jaringan



SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2
PADANG PANJANG
2012/2013

Laporan ini disiapkan untuk memenuhi sebahagian dari
persyaratan penyelesaian program Praktek Kerja Industri
SMK Negeri 2 Padang Panjang


Diperisa dan di sahkan oleh:

Pembimbing Lapangan



NURHAQQI,ST.M.Eng   
          NIP. 197410182005011004


Mengetahui:
Pimpinan Dinas KOMINFO Kabupaten Pasaman

     Kepala Dinas KOMINFO                                                   Kepala Bidang TEKINFO

     

            Masril,SH.MM                                                                     Mahatiafiria, SH
NIP. 196007161982031004                                            NIP. 1965041219900031009


i


Laporan ini disiapkan untuk memenuhi sebahagian dari
persyaratan penyelesaian program praktek kerja Industri
SMK Negeri 2 Padang  Panjang


Diperiksa dan  disahkan oleh:


Pembimbing  Sekolah


WIRDAYETTI S.Pd
NIP. 19788026 200812 001


Mengetahui:
Kepala SMKN 2 Padang Panjang


Drs.IVERY MORPHI,M.Pd
NIP.19610429 198603 1 003





ii

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis aturkan kepada Allah SWT  yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, atas berkah, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat membuat laporan ini dengan baik dan tepat pada waktunya yang telah dilaksanakan di DISHUBKOMINFO (Dinas perhubunga dan Komunikasi dan Informasi) .
Laporan ini penulis buat untuk sebagai salah satu persyaratan penyelesaian program Praktek Kerja Industri SMK Negeri 2 Padang Panjang . Dalam penyajian makalah ini penulis menggunakan acuan berupa data-data dan pengetahuan yang di dapat penulis selama mengikuti kegiatan Prakerin, dan dapat dijadikan pedoman bagi adik-adik kelas yang  akan menyusun bidang atau kompetensi yang sama.
Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis  ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1.    Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan petunjuk-Nya kepada penulis sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik.
2.    Ayah dan Ibunda tercinta yang telah memberikan kasih sayang, dukungan dan doa yang lebih  kepada penulis sehingga bisa menyelesaikan laporan
3.    Bapak MASRIL S.H  sebagai Kadis DISHUBKOMINFO.
4.    Bapak Mahatiafiria S.h sebagai kabid KOMINFO.
5.    Bapak Nurhaqqi ST,M.Eng  sebagai pembimbing penulis dalam kegiatan selama Prakerin.
6.    Bapak Drs. Ivery Morphy,M.Pd, sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Padang Panjang.
7.    Ibuk Wirdayetti S.Pd, sebagai Koordinator Prakerin dari pihak sekolah.
8.    Seluruh karyawan DISHUBKOMINFO dan pihak yang terkait yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam pelaksanaan Prakerin.
9.    Seluruh Majelis guru  SMK Negeri 2 Padang Panjang.
10.    Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu  yang telah membantu penulis dalam proses  penyelesaian laporan ini.

iii


Selama dalam proses pelaksanaan prakerin,lebih kurang selama tiga bulan, penulis menyadari banyak melakukan kesalahan ataupun kekhilafan, baik kesalahan dalam bentuk lisan ataupun tulisan. Untuk itu penulis berharap kejadian ini tidak lagi terulang untuk masa yang akan datang.
Penulis juga menyadari atas keterbatasan kemampuan,namun demikian penulis berharap agar dengan Program Prakerin dapat  menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita, dan  penyajian laporan  ini sangat-sangat sederhana. Oleh karena itu saya sebagai penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca. Penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan kritikan dari semua pihak.
                                                                                       Pasaman,4 mei 2013

                                    Aldi Fernandes    











iv
DAFTAR ISI

Halaman  Pengesahan perusahaan    i
Halaman pengasahan sekolah    ii
Kata Pengantar    iii
Daftar Isi    v
   
BAB I.  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Pelaksanaan Prakerin   
B.    Tujuan Prakerin   
C.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan Prakerin.   

BAB II. TINJAUAN TENTANG PERUSAHAAN
A.    Sejarah Perusahaan   
B.    Stuktur Organisasi Perusahaan   
C.    Kepegawaian    
D.    Displin kerja    
E.    Keselamatan kerja    
F.    Pemeliharaan tempat kerja dan lingkugan hidup    

BAB III. PEMBAHASAN
A.      Pengenalan Access Point    
B.      Alat-alat Yang Dibutuhkan    
C.      Menyeting Konfigurasi Access Point    
D.      Koneks Laptop pada Wireless Access point    


V
BAB IV. PENUTUP
A.    Kesimpulan    
B.    Saran    

DAFTAR PUSTAKA   





















vi

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG PELAKSANAAN  PRAKERIN
Perkembangan dunia di dunia usaha,maupun di dunia industri khususnya di Indonesia semakin berkembang dengan baik. Ini merupakan suatu bukti keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Semuanya ini menuntut dan memerlukan     prningkatan di bidang Teknik Informatika. Untuk itu,setiap perusahaan dituntut untuk memiliki  sumber daya manusia yang prefesional . Praktek Kerja Industri adalah salah satu program yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan  sebagai salah satu kurikulum  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang wajib dilaksanakan oleh siswa setiap tahunnya.
Dengan dilaksanakannya Praktek Kerja Indusri ini,diharapkan kepada siswa  untuk dapat melaksanakanya dengan sebaik mungkin. Salah satu tujauan Prakter  Keja  Industri  ialah  mendidik siswa agar menjadi tenaga kerja yang siap pakai, terampil, dan telah negetahui bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik disuatu perusahaan sehingga dapat lansung terjun sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
Praktek Kerja Industri  adalah suatu bentuk kegiatan yang membandingkan antara teori/pendidikan yang didapatkan disekolah dengan prakter selama di perusahaan,sehingga siswa dapat membandingkan antara keduanya dan dengan dilaksanakannya sistem Praktek Kerja Industri  diharapkan agar para siswa mendapat ilmu yang baru yang dapat membantu dalam proses pembelajaran disekolah.


B.    TUJUAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
1.    TUJUAN UMUM
Program Paktek Kerja Industri  secara umun ditujukan  untuk meningkatkan pengatahuan dan  keterampilan  siswa dibidang teknologi ,menigkatkan kemampuan  siswa dengan tersedianya fasilitas yang lengkap diperusahaan serta melatih kepribadian siswa agar sapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja  yang  sebenarnya. Dilaksanakannya program Praktek Kerja Industri juga bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar ulet, terampil dan siap pakai khususnya di dunia kerja/dunia industri.
2.    TUJUAN KHUSUS
Tujuan khusus dari program Praktek Kerja Industri ialah agar siswa memperoleh pengalaman yang mencakup tinjauan tentang perusahaan  perusahaan  dan kegiatan-kegiatan praktek yang berhubungan lansung dengan teknologi  baik perencanaan ,pengelolaan maupun pelaksanaan   atau operasionalnya. Disamping itu, Praktek Kerja Industri juga berguna untuk membekali siswa dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.

C.    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PRAKERIN
Pelaksanaan program Praktek Kerja Industri pada akhir  semester ke-2 oleh siswa  tingkat ke-2  (tingkat ke dua). Penulis melaksanakan Prakerin mulai pada tanggal  4 januari 2013 sampai dengan tanggal 12 Juli 2012 di Dishubkominfo kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.




BAB II
TINJAUAN TENTANG PERUSAHAAN

A.    Latar Belakang  Dishubkominfo Pasaman.
        Dishubkominfo kabupaten Pasaman adalah perpanjangan tangan pemerintah kabupaten pasaman yang sebelumnya dijalankan oleh kantor PDE ( Pendataan Data Elektronik ) kabupaten pasaman dan bagian humas sekretariat kantor bupati pasaman. Pada tahun 2007 di bentuk peraturan daerah ( PERDA ) kabupaten pasaman no 21 th 2007 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja dinas daerah yang di jabarkan ke dalam peraturan bupati ( PERBUP ) no 14 th 2008 tentang penjabaran tugas pokok dan fungsi Dishubkominfo kabupaten Pasaman.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak terhadap perubahan paradigma sistem  pemerintahan serta penerapan sistem perkantoran elektronis yang lebih di kenal dengan istilah e-goverment , maka keberadan Dishubkominfo kabupaten Pasaman sangat di butuhkan dengan peranan dan tugas semakin berat , Dishubkominfo kabupaten Pasaman sesuai dengan bidang tugasnya merupakan fasilitator utama dalam pemanfaat teknologi informasi dan komunikasi , media masa dan elektronik kepada masyarakat sebagai sumber informasi untuk kelancaran dan mendukung semua kegiatan instansi pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat di daerah melalui penerapan e-goverment.

Tugas pokok dan fungsi Dishubkominfo kabupaten Pasaman :
1.    Perumusan kebijakan teknis di bidang komunikasi dan informatika
2.    Penyelenggaraan urusan pemerintaha dan pelayanan umum di bidang komunikasi dan informatika
3.    Pembinaan dan pelaksanann tugas di bidang komunikasi dan informatika meliputi hubungan masyarakat , teknologi informasi sarana komunikasi dan desiminasi informasi.
4.    Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis ( UPT )
5.    Pengelolaan urusan ketatausahaan dinas.
6.    Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

B.    Struktur Organisasi  DISHUBKOMINFO kabupaten Pasaman 
Susunan organisasi DISHUBKOMINFO kabupaten Pasaman dapat dilihat dalam bagan berikut ini :

Struktur Organisasi Dishubkominfo

Para pimpinan / karyawan yang ada di tempat prakerin agar terjalin hubungan kerjasama dan bimbingan yang baik antara satu dengan yang lainnya, sehingga nantinya akan memudahkan penulis  untuk lebih terbuka dan berkomunikasi dengan para pimpinan serta karyawan di tempat  melaksanakan prakerin.

C.    Kepegawaian 
1.    Kepala Dinas
Membantu kepala daerah dalam melaksanakan kewenangan di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika yang meliputi perumusan kebijakan daerah serta penyusunan program di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika

2.    Sekretaris
Sekretaris dinas di pimpin oleh seorang sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas, sekretaris dinas terdiri atas :
1.    Sub bagian umum
Sub bagian umum dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada sekretaris. Sub bagian umum mempunyai tugas melaksanakan administratif surat menyurat, kearsipan, pengadaan, perlengkapan dan aset rumah tangga.
2.    Sub bagian keuangan
Sub bagian keuangan dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada sekretaris. Sub bagian keuangan mempunyai tugas melaksanakan tata usaha keuangan dinas.
3.    Sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelaporan
Sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelaporan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada sekretaris. Sub bagian perencanaan, evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas menyiapkan bahan petunjuk teknis, pembinaan pengaturan dan monitor dibidang monitoring, perencanaan, evaluasi dan pelaporan.

3.    Kabid Angkutan Jalan
Bidang angkutan jalan dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada kepala melalui sekretaris. Bidang angkutan jalan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika dibidang angkutan jalan. Bidang angkutan jalan membawahi :

1.    Seksi Angkutan Barang
Seksi angkutan barang dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Angkutan Jalan. Seksi Angkutan Jalan mempunyai tugas mengumpulkan bahan penyelenggaraan dan pelayanan angkutan barang serta pembinaan angkutan barang.
2.    Seksi Angkutan Orang
Seksi Angkutan Orang dipimpin oleh Seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Angkutan Jalan. Seksi Angkutan Orang mempunyai tugas mengumpulkan bahan penyelenggaraan dan pelayanan angkutan orang serta pembinaan angkutan orang.
3.    Seksi Perparkiran dan Terminal
Seksi Perparkiran dan Terminal dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Angkutan Jalan. Seksi Perparkiran dan Terminal mempunyai tugas mengumpulkan bahan penyelenggaraan dan pelayanan perparkiran dan terminal serta pembinaan perparkiran dan terminal

4.    Kabid Lalu Lintas
Bidang Lalu Lintas dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala melalui Sekretaris. Bidang Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas perhubungan, Komunikasi dan Informatika di Bidang Lalu Lintas. Bidang Lalu Lintas membawahi :
1.    Seksi Rekayasa Lalu Lintas
Seksi Rekayasa Lalu Lintas dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas. Seksi Tekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas mengumpulkan bahan penyelenggaraan dan pelayanan rekayasa Lalu Lintas serta pembinaan rekaya lalu lintas.
2.    Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana
Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas. Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana mempunyai tugas mengumpulkan bahan penyelenggaraan dan Pelayanan keselamatan dan teknik sarana serta pembinaan keselamatan dan teknik sarana
3.    Seksi Pengendalian Operasional
Dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas. Seksi Pengendalian Operasional mempunyai tugas mengumpulkan bahan penyelenggaraan dan pelayanan pengendalian operasional serta pembinaan pengendalian operasional.

5.    Bidang Teknologi Informasi
Dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala melalui Sekretaris. Bidang Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubingan, Komunikasi dan Informatika di bidang Teknologi Informasi. Bidang teknologi informasi membawahi :
1.    Seksi Sarana dan Aplikasi Telematika
Dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Teknologi Informasi. Seksi Sarana dan Aplikasi Telematika mempunyai tugas menyiapkan rencana penyelenggaraan dan pembinaan sarana dan aplikasi telematika.
2.    Seksi Pendayagunaan Teknologi Informasi
Dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala bidang teknologi informasi. Seksi Pendayagunaan Teknologi Informasi mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan dibidang pendayagunaan teknologi informasi.
3.    Seksi Pengolahan Data Elektronik
Dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang teknologi informasi. Seksi pengolahan data elektronik mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan pengolahan data elektronik.

6.    Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi
Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Infromasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala melalui sekretaris. Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika di bidang pembinaan media elektronik, pembinaan kelembagaan komunikasi sosial dan publikasi serta pameran. Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi membahawahi :
1.    Seksi Pembinaan Media Elektronik
Dipimpin oleh seorang Kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi. Seksi Pembinaan Media Elektronik mempunyai tugas menyiapkan bahan dan petunjuk teknis dibidang pembinaan media cetak dan elektronik.
2.    Seksi Pembinaan Kelembagaan Komunikasi Sosial
Dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi. Seksi Pembianaan Kelembagaan Komunikasi Sosial mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan pembinaan kelembagaan komunikasi sosial.
3.    Seksi Publikasi dan Pameran
Dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi. Seksi Publikasi dan Pameran mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan publikasi dan pameran   

D.    Displin kerja
     tertib adalah peraturan yang dibuat secara tertuliyang memuat tentang syarat-syarat kerja serta disiplin pegawai negri sipil.

    Pegawai negri sipil pada dinas Dinas Perhubungan dan Komunikasi memulai kerja sebagai proses disiplin kerja dengan mengikuti apel pagi yang mulai dilaksanakan pada jam 07.30 wib setiap hari kerjadengan peraturan kerja ini di buat dnegan maksud untuk menjadi pedoman dalam melaksanakn tugas masing-masing yang pada umumnya memuat berbagai tata cara yang harus di indahkan oleh setiap pegawai negri sipil secara berisikan tentang hak-hak dan kewajiban masing-masing pihak dngan tujuan :

1.    Memelihara hubungan kerja sama baik dinamis antara perusahaan dan karyawan.
2.    Menggalang kebersamaan untuk meningkatkan produktivitas kerja.
3.    Sebagai perlindungan yang dapat memberikan kapasitas terhadap hak dan kewajiban pengusaha dan karyawan.
4.    Terpelihara keserasian,kerapian dan kesejahteraan karyawan demi kelancaran aktifitas perusahaan.
E.    Keselamatan kerja
Teknologi informasi dan komunikasi merupakn teknologi tinggi yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat. Dengan diperkenalkannya teknologi yang baru di tempat kerja taua lingkungan rumah, aspek kesehatan dan keselamatan kerja harus dipertimbangkan dan seksama.
Aspek-aspek yang di perhatikan dalam bekerja dibidang TI adalah sebagai berikut:
1.    Menggunakan/melihat computer harus pada posisi yang benar dan jangan sampai terlalu lama, karna dapat menyebabkan kerusakan pada mata.
2.    Kehati-hatian dalam pemasangan listrik untuk computer, karna dapat mengakibatkan akibat yang fatal.
3.    Dalam pemasangan jaringan atau memanjat tower diperlukan kehati-hatian, dan menggunakan pengamanan yang lengkap, seperti menggunakan seffftibely dan lain-lainya.
F.    Pemeliharaan tempat kerja dan lingkugan hidup
Tempat kerja dan lingkungan hidup perlu dijaga dengan baik karena dapat mempengaruhi aktivitas dalam bekerja, untuk menhaga hidup agar tetapbersih, sehta tidak terganggu dan tidak menggangu linkungan lainya. Barabg-barang bekas seperti plat-plat bekas, sampah-sampah dan kaleng-kaleng,dibuang ketempat samapah yang telah disediakan . untuk itu kita perlu menjaga kebersihan lingkungan tempat kerja.

    Dalam hal ini pemeliharaan kebersiha di DINAS PERHUBUNGAN DAN KOMUNIKASI dan INFORMATIKA di lakukan secra bertanggung jawab pada tempatkerja masing-masing. Namun demikian, tanggung jawab memelihara kebersihan ini dapat dikelompokan menjadi:
a.    Adanaya karyawan yang bertugas khusus mengenai kebersihan yaitu : Cleaning servis.
b.    Setiap pegawai diharuskan merapikan sertamebersihkan alat-alat yang digunakan dalam bekerja, dimana karyawan/I tersebut bekerja.
c.    Melakukan kerja bakti sewaktu-waktu diperlukan.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengenalan Access Point
1.    Pengertian Access Point
Acces Point adalah sebuah perangkat keras yang biasanya digunakan dalam jaringan dan berpungsi untuk menghubungkan jaringan computer tanpa harus menggunakan kabel dan tentunya acces point ini biasanya di gunakan sebagai salah satu alat yang diraskan sangat flaksibel dalam segi pemakaiannya tidak hanya itu acces poit juga sudah banyak di gunakan di kalangan masyarakat dan sudahbanyak di gunakan di warnet atau sering di sebut dengan Hotspot dan juga di pertokoan besar seperti mol dan lain sebagainya dan Acces point juga bias dikatakan sebuah alat yang berpungsi untuk memancarkan sinyal glombang radio ke setiap computer.
Dan Access Point juga kalau dilihat dari namanya juga kita pasti tahu arti Acces yang berfungsi untuk mengakses jaringan yang ada di daerah internal dari sebuah jaringan LAN kita. Bisa dibilang dalam ruang lingkup pribadi yang masih private. Contohnya dalam jaringan local atau LAN kita membuat penamaan IP 192.168.0.1 otomatis dalam acces point kita akan memforward IP 192.168.0.xxx pada client dengan kata lain kita akan masuk jaringan local tertentu. Sebagai info untuk dalam jaringan kita dan sebaiknya kita harus memiliki proteksi yang sangat ketat dengan cara pengguanaan angka dengan numeric seperti contoh : d3s3mb3rbr4v0 tapi terserah pembaca mau di beri password apa saja.

Pengenalan Wireless Local Area Network (WLAN)adalah sebuah jaringan local yang menggunakan frekuensi radio yang sangat tinggi. Dan Wirelles LAN atau jaringan nirkabel yang menghubungkan dua buah computer atau lebih komputer atau perangkat yang menggunakan spektrum-tersebar atau OFDM modulasi berbasis teknologi yang memungkinkan komunikasi antar perangkat yang terbatas di daerah tersebut. Ini akan memberikan pengguna dengan mobilitas untuk berpindah disekitar area cakupan yang luas dan masih dapat terhubung ke jaringan.
    
2.    Fungsi access point (AP)                            Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network). Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi data/internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

B. Perangkat Yang Dibutuhkan
1.    Access Point
Fungsi Access Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang       bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga kita, di access point inilah koneksi internet dari tempat kita dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

2.    Antena Omni
Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, kita memerlukan antena omni eksternal, meski ketika kita membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, kita memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB. Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.
3.    Box Access Point
Untuk melindungi access point kita, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini memang harus diletakkan persis di bawah antena.

4.    Kabel Pigtail/Kabel Jumper
Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu kita akan mengalami degradasi sinyal(loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point.

5.    POE (Power Over Ethernet)
Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk “menghidupkan” access point maka anda memerlukan alat “POE” ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.

6.    Kabel UTP/STP
Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal kita, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.

7.    Penangkal Petir (Lightning Arrester)
Sebagai pengaman dari petir maka kita memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian(grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.

8.    Tower
Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, kita perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN kita bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.

9.    MODEM
MODEM adalah singkatan dari “MODULATOR DEMODULATOR”. Secara terpisah modulator demodulator mempunyai arti yang berbeda-beda. Modulator dapat diartikan sebagai bagian yang kegunaannya menjadikan sinyal informasi sehingga dapat berubah menjadi sinyal pembawa (Carrier)sehingga dapat dikirimkan. Sedangkan Demodulator dapat diartikan sebagai bagian yang kegunaannya memisahkan sinyal informasi dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi yang didapatkan tersebut dapat diterima dengan baik.

   
C. Menyeting Konfigurasi Access Point
1.    Langkah pertama adalah mempersiapkan semua peralatan, kemudian nyalakan laptop dan TP-LINK serta hubungkan keduanya dengan kabel UTP RJ-45 yang telah disediakan . Langkah berikutnya adalah dengan menyeting konfigurasi IP Address laptop untuk meremot Access Point dengan cara buka “control panel” pada menu “start” kemudian pilih “network conection”, kemudian klik kanan dan properties pada “Local Area Conection”
2.    Pada form “Local Area Conection Properties” pilih “Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik “properties”.
3.    Pada form “Internet Protocol (TCP/IP) Properties” isikan IP Address 192.168.1.1 dan secara otomatis pada Subnet mask akan berisi nilai 255.2555.255.0 kemudian klik “OK” 
4.    Kemudian cek koneksi antara laptop dengan Access Point, dengan mengetikkan “ping 192.168.1.254” pada menu “cmd” kemudian “enter” IP tersebut adalah IP pada TP-LINK, dan tertulis pada bagian bodynya. Jika koneksi berhasil, maka akan tampil data pada layar cmd seperti pada gambar di bawah.                                 

5.    Setelah proses koneksi berhasil, maka langkah selanjutnya adalah meremote Access Point dari laptop. Caranya adalah dengan mengetikkan IP Access Point pada aplikasi browser internet. Buka aplikasi browser internet, kemudian ketikan “192.168.1.254” kemudian “enter” maka akan muncul menu permintaan “user name” dan “password” seperti pada gambar di bawah ini. 

6.    Kemudian masukan username “admin” dan password “admin” kemudian klik “OK” maka akan muncul layar konfigurasi Access Point TP-LINK, seperti pada gambar di bawah ini
 
7.    Kemudian klik menu “Network” untuk menyeting konfigurasi jaringan, di dalam menu ini, administrator dapat merubah settingan type koneksi, kemudian klik “save” seperti pada gambar di bawah ini
                                                                                                                                                                                                                         8.    Kemudian klik menu “wireless” untuk menatur konfigurasi wirelessnya. Dalam menu ini, administrator dapat merubah operation mode, name SSID, region, dan fitur lainnya yang dianggap perlu. Konfirurasinya seperti pada gambar dibawah ini
 
9.    Setelah setting pada wireless selaesai, kemudian klik “save”, danjutkan dengan perintah “klik here” kemudian sistem akan meminta reboot, kemudian klik “OK”
 

10.    Kemudian sistem akan melakukan proses “restarting”, tunggu sampai proses selesai 100%
 

11.    Langkah konfigurasi selanjutnya adalah pada DHCP, klik menu “DHCP” kemudian akan tampil layar konfigurasinya. Salah satu konfigurasi yang kami setting adalah pada “Start IP Addres” dan “End IP Address”. Kami meyetting IP Addess komputer client yang dapat terhubung adalah dari IP. 192.168.1.1 sampai dengan IP 192.168.1.5 kemudian klik “save”. konfigurasi seperti pada gambar di bawah ini.
 

12.    Setelah semua langkah penyettingan selesai, maka dalam layar “status” Access Point akan tampil konfigurasi sesuai dengan yang telah disetting, seperti pada gambar di bawah ini.

D.    Koneksi Laptop pada Wireless Access Point

1.    Pada laptop, klik “control panel” pada menu “start”, kemudian klik “Network Conection”, kemudian klik kanan “Properties” pada “Wireless Network Conection” pilih “Internet Protocol(TCP/IP)”, kemudian masukan IP Address pada masing-masing laptop yaitu dimulai dari 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.5
2.    Langkah selanjutnya adalah mengguhungkan semua laptop client dengan wireless Access Point. Langkahnya dimulai dari form “Wireless Conection Properties” kemudian klik “View Wireless Networks”, setelah terbuka maka akan muncul nama SSID “ALDI_SMKN 2 PAPA” kemudian klik “connect”
 

3.    Test koneksi semua laptop dengan mengetikan ping semua IP Address laptop pada program “cmd”, jika koneksi berhasil, maka dalam layar cmd akan menampilkan data seperti pada gambar di bawah ini


Apabila setelah di ping keluar data seperti di atas itu tanda nya pemasangan access point telah berhasil di lakukan.

BAB IV. PENUTUP
A.    Kesimpulan
    Setelah menyelesaikan Prakerin, Saya sebagai penulis dapat menyimpulkan beberapa poin sebagai berikut:
1.    Kekuatan sinyal lebih kuat menggunakan Access Point jika dibandingkan dengan AD-HOC
2.    Pengaturan fitur keamanan jaringan lebih lengkap jika dibandingkan dengn AD-HOC
3.    Dengan mengunakan Access Point memungkinkan untuk membangun jaringan wireless yang cukup luas dengan banyak laptop client.

B.    Saran
Share:

Sunday, March 15, 2015

Latihan Soal Sistem Operasi Komputer

Soal-Soal Sistem Operasi Komputer

1.  Sebutkan dua fungsi utama sistem operasi?
Jawab :
§  Sebagai Resource Manager
- Sebagai pengatur sumber daya komputer, baik hardware maupun software agar dapat menjalankan perintah-perintah yang diberikan oleh pengguna.
- Tugas utama Sistem Operasi sebagai resource manager adalah memantau penggunaan semua resources serta menerapkan aturan (policy) tertentu untuk menjalankan kerja komputer. Selain itu juga mengalokasikan resources yang diminta dan mengambil kembali (dealokasi) resource.
§  Sebagai Extended Machine (Virtual Machine)
- Menyembunyikan kompleksitas pemrograman hardware dari programmer atau user. Sehingga pengguna dapat melakukan kegiatan atau kerja dengan lebih mudah melalui tampilan user interface. Dan pengguna juga tidak direpotkan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang mengatur resource sebuah komputer.
- menyajikan fasilitas yang lebih mudah dan sederhana untuk menggunakan hardware.
        2. Apa yang dimaksud dengan multiprogrammin? Berikan dua alasan diadakannya multiprogramming!
Jawab :
Multi programming adalah suatu kemampuan dari sebuah sistem untuk melayani lebih dari satu program yang dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Alasan diadakannya multiprogramming yaitu :
§  Saat ini banyak aplikasi yang dalam proses penjalanannya mengakses lebih dari satu program. Sehingga agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal perlu sistem multiprogramming.
§  Memberikan efisiensi pekerjaan yang cukup tinggi, dengan mampu untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
§  Kebutuhan user yang semakin tinggi dan kompleks maka memerlukan sistem multiprogramming. Contohnya, ketika seorang user melakukan pekerjaannya sekaligus mendengarkan musik untuk refreshing.
        3. Apa yang dimaksud dengan spooling? Apakah anda menganggap personal komputer harus memiliki spooling sebagai standar dasar di masa yang akan datang?
Jawab :
Spooling adalah membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus, dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, langsung diterima dan datadisimpan dulu di memori yang disediakan (berupa antrian), kemudian dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.
Karena pada saat ini kebutuhan akan kecepatan kinerja komputer semkin besar, maka teknologi spooling mutlak untuk dikembangkan dan diaplikasikan di komputer. Dengan teknologi itu maka proses komputasi sebuah program akan lebih cepat ditangani dan dikerjakan.
        4. Pada awal perkembangan komputer, setiap byte data yang dibaca atau yang ditulis ditangani oleh CPU (tidak ada DMA-Direct Memory Access). Apa implikasinya struktur seperti ini terhadap konsep multiprogramming.
Jawab :
Bila sistem tersebut digunakan untuk melayani konsep multiprogramming, maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam pemrosesannya. Dengan tidak ada memory pembantu proses maka proses pengaksesan data untuk diproses akan lama. Apalagi untuk kegiatan multiprogramming maka proses tersebut akan semakin lebih lama lagi. Oleh karena itu komputer pada awal perkembangannya tidak mampu untuk mengakomodasi konsep multiprogramming.
Jadi implikasi dari tidak adanya DMA dalam pemrosesan komputer adalah pada waktu untuk pengerjaan (pemrosesan) informasi. Bahkan mungkin konsep multiprogramming tidak bisa diaplikasikan oleh sistem prosesor non DMA.
        5. Mengapa timesharing tidak tersebar luas pada generasi ke-2 komputer?
Jawab :
Karena varian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai mempunyai satu terminal on-line dengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yang aktif secara bergantian dengan cepat. Pemakai akan merasa dilayani terus menerus, padahal sebenarnya digilir persatuan waktu yang cukup singkat.
        6. Instruksi-instruksi manakah yang diperbolehkan dalam Mode Kernel :
  a. Disable all interupts.
  b. Read the time-of-day clock.
  c. Set the time-of-day clock.
  d. Change the memory map.
Jawab :
     Instruksi yang diperbolehkan dalam mode kernel adalah A (Disable all interupts) dan D(Change the memory map).
        7. Sebutkan beberapa perbedaan sistem operasi pada personal komputer dengan sistem operasi pada mainframe!
Jawab :
Perbedaan sistem operasi pada PC dengan Sistem Operasi Mainframe :
A. Dalam sistem operasi PC hanya mampu melayani satu user saja, sedangkan sistem    operasi mainframe mampu untuk melayani banyak user.
 Pada sistem operasi PC biasanya memiliki user interfeace yang lebih menarik karena  tujuan utamanya adalah member kemudahan kepada pengguna. Sedangkan sistem  operasi mainframe biasanya hanya berupa barisan-barisan program saja tanpa adanya  GUI yang memadai.
B. Sistem operasi mainframe memiliki tingkat sekuritas yang jauh lebih baik daripada  sistem operasi untuk komputer desktop.
 Sistem operasi mainframe memiliki kecepatan dan realibilitas kerja yang jauh lebih tinggi  daripada sistem operasi personal komputer. Hal ini dikarenakan sistem operasi  mainframe diharuskan untuk mampu menangani ratusan program aplikasi secara  bersamaan. Serta sistem operasi mainframe harus mampu mengatur sejumlah  pengaksesan dan penyimpanan ke basis data secara simultan. Sedangkan sistem  operasi personal komputer biasanya hanya mampu menangani beberapa program saja  untuk dijalankan secara bersamaan.
        8. Bagaimana secara umum sistem operasi memberitahukan kepada direktori kerja apakah path name untuk sebuah file adalah absolute atau relative?
Jawab :
Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin-rutin di sistem operasi. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.
Direktori juga menyediakan pemetaan nama file ke file. Informasi terpenting direktori adalah yang berkaitan dengan penyimpanan, termasuk lokasi penyimpanan dan ukuran file yang disimpan. Pada sistem bersama (shared system), informasi yang terpenting adalah informasi mengenai pengendalian akses file. Satu pemakai adalah pemilik file yang dapat memberi wewenang pengaksesan ke pemakai-pemakai lain.
Aturan penamaan direktori mengikuti aturan penamaan file karena direktori merupakan file yang khusus.
Jalur pengaksesan (path name).
Bila sistem file diorganisasikan dengan pohon direktori,maka diperlukan cara menspesifikasikan nama file. Masalah penamaan file diselesaikan dengan penamaan absolut dan penamaan file relatif. Terdapat dua jalur, yaitu :
    a) Nama jalur absolut (absolute pathname).
  Nama jalur dari direktori root ke file, selalu dimulai dari
  direktori root da nakan bernilai unik.
    b) Nama jalur relatif (relative pathname).
  Jalur relatif terhadap direktori kerja/saat itu (working atau current director). Pemakai  dapat menyatakan satu direktori sebagai current directory. Nama jalur yang tidak dimulai  direktori root berarti relatif terhadap current directory.
        9. Mengapa shell bukan bagian dari sistem operasi?
Jawab :
Shell delete command interpreter yaitu Program yang menerima masukan berupa perintah ke sistem, dan menterjemahkan menjadi aktivitas sistem komputer. Tidak termasuk sistem operasi karena,shell di dalam kegiatannya tidak menjembantani antara user dengan hardware. Program ini di dalam menjalankan perintah mengakses informasi yang tercantum di sistem operasi.
        10. Berikan sebuah contoh bagaimana mekanisme dan kebijaksanaan bisa terpisah dengan baik dari pejadwalan. Buat sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children.
Jawab :
Mekanisme merupakan penjelasan bagaimana melakukan sesuatu. Sedangkan kebijakan menentukan apa yang akan dilakukan. Dalam melakukan sebuah pemrosesan mekanisme tidak bisa diubah sedangkan kebijakan dapat diubah agar bila terjadi sesuatu hal dapat diantisipasi. Kebijakan penting untuk mengatur semua alokasi sumberdaya dan menjadwalkan masalah serta menentukan perlu atau tidaknya mengakolasikan sumber daya. Oleh karena itu antara mekanisme, kebijakan dan penjadwalan harus dipisahkan.
Contoh sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan childrenadalah pada sistem operasi UNIX. Sistem operasi ini mempunyai system call fork yang berfungsi untuk membuat proses baru. Proses yang memanggil sistem call fork ini akan dibagi menjadi dua, yakni proses induk dan proses turunan yang identik. Fork ini berfungsi sebagai manajemen proses. Proses ini independen satu sama lain namun memiliki instruksi yang berbeda sama sekali. Jadi pengeksekusian program bisa dilaksanakan terus menerus tanpa harus menunggu sistem child selesai memproses. Dan bisa juga instruksi program induk mengatur pengeksekusian program anak atau turunan.
        11. Model Client-Server tekenal didalam distributed systems. Dapatkah juga digunakan dalam sistem komputer tunggal?
Jawab :
Dapat, karena sistem terdistribusi adalah sistem yang proses kerjanya membagi tugas proses untuk dijalankan oleh beberapa prosesor yang menjalankan fungsi masing-masing. Dan hal ini dapat dijalankan dalam sistem komputer tunggal. Contohnya dengan adanya prosesor dual core yang masing-masing prosesor melakukan fungsi tertentu serte keduanya terhubung oleh jaringan komunikasi data. Dengan menerapkan sistem terdistribusi ini maka akan meningkatkan kecepatan proses, penyediaan data dan peningkatan kehandalan kerja komputer.
        12. Mengapa proses tabel membutuhkan sistem timesharing? Apakah hal ini juga dibutuhkan dalam system personal computer yang pada suatu saat hanya terdapat satu proses yang sedang bekerja dan mengambil alih mesin sampai proses tersebut selesai?
Jawab :
Karena sistem timesharing dapat mengatur penjadwalan pemrosesan data maka kecepatan proses akan menjadi lebih cepat.
Ya, teknologi sistem timesharing mutlak diperlukan untuk menjadwal pemrosesan data oleh prosesor. Walaupun hanya melakukan satu proses saja untuk dapat mempercepat kinerja pemrosan maka timesharing diperlukan. Bila prosesor harus langsung mengakses data dari memory permanent maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk pemrosesan. Bahkan jika pengguna hanya menggunakan satu program saja pada satu waktu. Sistem operasi perlu mendukung program internalnya sendiri, seperti manajemen memori. Dengan kata lain, semua aktivitas tersebut adalah harus dilaksanakan dengan sistem timesharing.
        13. Apa perbedaan mendasar diantara blok special file dan character special file?
Jawab :
Perbedaan mendasar dari block special file dan character special file adalah proses pengiriman atau pentransferan datanya. Bila block special file transfer data dilakukan perblock perintah, sedangkan untuk character special file pentransferan datanya dilakukan perkarakter.
Contoh block special file adalah proses pentransferan data pada media penyimpanan. Seperti Harddisk, CD-R, Floppy disk, Flash disk. Dan contoh penggunaan character special file adalah pada mouse dan keyboard.


Share:

Pengertian Sistem Operasi Komputer

          Pengertian Sistem Operasi

Pengertian Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.
 Contoh Sistem Operasi Komputer
Contoh-contoh dari Sistem operasi Komputer misalnya adalah Windows, Linux, MacOS, dan lain lain. Di bawah ini merupakan tampilan antarmuka sistem operasi Windows 7, Linux (ubuntu), dan Mac O
 Fungsi sistem operasi
1)      Resource manager, merupakan pengelolaan sumber daya dan mengalokasikannya, Contoh: memori, CPU, Disk Drive dan perangkat lainnya.
2)      Interface / tatap muka, yaitu sebagai perantara antara pengguna dengan perangkat keras dengan menyediakan tampilan kepada pengguna yang lebih mudah dipahami dan bersahabat (user friendly)
3)      Coordinator, mengkoordinasi dan menyediakan fasilitas sehingga aktifitas yang kompleks dapat diatur dan dapat diproses secara berurutan.
4)      Guardian, menyediakan akses kontrol yang bertugas untuk melindungi file dan memberi pengawasan pada data dan program.
5)      Gate Keeper, berfungsi sebagai pengendali hak akses oleh pengguna yang mengendalikan siapa saja yang berhak masuk ke dalam sistem dan mengawasi apa saja yang dilakukannya.
6)      Optimizer adalah penjadwal masukan (input) oleh user, pengaksesan basis data, proses komputasi dan penggunaan.
7)      Accountant befungsi untuk mengatur waktu CPU, penggunaan memori, pemanggilan I/O, disk storage, dan waktu koneksi terminal.
8)      Server berfungsi untuk melayani pengguna komputer.
3.     
                  Struktur Sistem Operasi
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugas-tugas(task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal (monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.
1)      Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup originalnya. Contoh dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan sistem operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi menjadi beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan yang disediakan sistem operasi untuk pengguna. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU, manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.
2)      Pendekatan Berlapis (Layer Approach)
Sistem operasi dibagi menjadi beberapa lapisan. Lapisan terbawah (layer 0) adalah hardware dan yang tertinggi (layer N) adalah user interface. Lapisan N memberi layanan untuk lapisan N+1 sedangkan proses-proses di lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 untuk membangun layanan lapisan N+1. Lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 namun lapisan N tidak dapat meminta layanan lapisan N+1. Masing-masing berjalan pada lapisannya sendiri.
Menurut Tanenbaum dan Woodhull, sistem terlapis terdiri dari enam lapisan, yaitu:
·         Lapisan 0. Mengatur alokasi prosesor, pertukaran antar proses ketika interupsi terjadi atau waktu habis dan lapisan ini mendukung dasar multi-programming pada CPU.
·         Lapisan 1. Mengalokasikan ruang untuk proses di memori utama dan pada 512 kilo word drum yang digunakan untuk menahan bagian proses ketika tidak ada ruang di memori utama.
·         Lapisan 2. Menangani komunikasi antara masing-masing proses dan operator console. Lapisan ini masing-masing proses secara efektif memiliki operator console sendiri.
·         Lapisan 3. Mengatur peranti I/O dan menampung informasi yang mengalir dari/ke proses tersebut.
·         Lapisan 4. Tempat program pengguna. Pengguna tidak perlu memikirkan tentang proses, memori, console, atau manajemen I/O.
·         Lapisan 5. Merupakan operator sistem.


Contoh sistem operasi yang menggunakan pendekatan berlapis adalah THE yang dibuat oleh Djikstra dan mahasiswa-mahasiswanya, serta sistem operasi MULTICS.
Kelemahan struktur ini adalah fungsi-fungsi sistem operasi harus diberikan ke tiap lapisan secara hati-hati. Sedangkan keunggulannya adalah memeliki semua kelebihan rancangan modular, yaitu sistem dibagi menjadi beberapa modul dan tiap modul dirancang secara independen. Tiap lapisan dapat dirancang, dikode dan diuji secara independen. Pendekatan berlapis menyederhanakan rancangan, spesifikasi dan implementasi sistem operasi.
3)      Microkernels
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user. Hal ini akan menghasilkan kernel yang kecil. Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas komunikasi antara program client dan bermacam pelayanan yang berjalan pada ruang user. Contoh sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah TRU64 UNIX, MacOSX dan QNX.
Keuntungan dari kernel ini adalah kemudahan dalam memperluas sistem operasi, mudah untuk diubah ke bentuk arsitektur baru, kode yang kecil dan lebih aman. Kelemahannya adalah kinerja akan berkurang selagi bertambahnya fungsi-fungsi yang digunakan
4)      Modular (Modules)
Kernel mempunyai kumpulan komponen-komponen inti dan secara dinamis terhubung pada penambahan layanan selama waktu boot atau waktu berjalan. Sehingga strateginya menggunakan pemanggilan modul secara dinamis (Loadable Kernel Modules). Umumnya sudah diimplementasikan oleh sistem operasi modern seperti Solaris, Linux dan MacOSX
Sistem Operasi Apple Macintosh Mac OS X menggunakan strukturhybrid. Strukturnya menggunakan teknik berlapis dan satu lapisan diantaranya menggunakan Mach microkernel.
5)      Virtual Machine
Dalam struktur ini user seakan-akan mempunyai seluruh komputer dengan simulasi atas pemroses yang digunakan. Sistem operasi melakukan simulasi mesin nyata yang digunakan user, mesin virtual ini merupakan tiruan seratus persen atas mesin nyata. 
Teknologi ini awalnya digunakan pada IBM S/370. VM/370 menyediakan mesin virtual untuk tiap user dengan membuat mesin virtual baru pada saat user tersebut melakukan log sistem. Kemudian teknik ini berkembang menjadi operating system emulator sehingga sistem operasi dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk sistem operasi lain.
Dalam lingkungan ini terdapat proteksi berbagai sumber daya sistem. Setiap virtual-machine secara lengkap mengisolasi dari semua virtual-machine yang lain, sehingga tidak ada masalah proteksi. Ada dua pendekatan dalam penyediaan sharing yang diimplementasikan, pertama hal ini memungkinkan share minidisk dan share files. Kedua, memungkinkan pendefinisian jaringan virtual-machine, sehingga dapat mengirim informasi melalui virtual jaringan komunikasi.
Contoh dari pengembangan itu adalah sebagai berikut:
o Sistem operasi MS-Windows NT dapat menjalankan aplikasi untuk MS-DOS, OS/2 mode teks dan aplikasi WIN16.
o   IBM mengembangkan WABI untuk meng-emulasikan Win32 API sehingga sistem operasi yang menjalankan WABI dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk MS-Windows.
o   Para pengembang Linux membuat DOSEMU untuk menjalankan aplikas-aplikasi DOS pada sistem operasi Linux, WINE untuk menjalankan aplikasi-aplikasi MS-Windows.
o   VMWare merupakan aplikasi komersial yang meng-abstraksikan perangkat keras intel 80×86 menjadi virtual mesin dan dapat menjalan beberapa sistem operasi lain (guest operating system) di dalam sistem operasi MS-Windos atau Linux (host operating system).VirtualBox merupakan salah satu aplikasi sejenis yang opensource.
            Sejarah Sistem Operasi
            1.      Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
          2.      Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secaraberurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.

          3.      Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).
         4.      Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.



Share: